Situs Porno Banyak Yang Tidak Ditutup

Rabu, 11 April 2012

Pemerintah dinilai salah alamat memblokir situs porno. Berbagai situs porno yang ramai dikunjungi oleh orang Indonesia malah tidak diblokir.

"Rata-rata yang diblokir oleh pemerintah adalah situs porno yang populer di dunia. Misalnya Playboy atau yang lain. Tapi sebenarnya situs-situs semacam ini malah jarang dikunjungi karena berbayar. Jarang sekali orang Indonesia yang mau bayar atau bergabung dengan situs berbayar semacam ini," ujar aktivis antipornografi, Peri Umar Farouk, kepada detikcom, Minggu (9/1/2011) malam.

Peri menjelaskan, orang-orang Indonesia lebih menyukai bintang porno yang merupakan artis Asia. Indonesia tercatat sebagai negara terbanyak yang mengakses kata Miyabi atau Rin Sakuragi lewat berbagai situs pencari.

"Yang seperti ini malah tidak diblokir servernya. Harusnya pemerintah kan mencari dimana servernya dan langsung memblokirnya," kata kordinator gerakan Jangan Bugil di Depan Kamera ini.

Selain itu dia mengaku prihatin, dengan situs-situs pornografi yang tidak resmi. Pornografi justru beredar luas lewat blog, forum-forum online dan aneka situs yang sebenarnya tidak diperuntukan untuk media pornografi.

"Orang banyak mencari konten lokal juga lewat blog seperti ini. Hal semacam ini yang harus diblokir," terang dia.

Perry pun mendukung rencana Menkominfo untuk memblokir layanan BlackBerry. Hal ini dinilai sesuai dengan undang-undang pornografi. Namun yang jadi catatan, pemerintah harus juga menutup layanan atau operator sejenis yang masih mengizinkan situs porno.

"Demi asas keadilan, jangan sampai ada chanel lain yang masih bisa digunakan untuk mengakses pornografi," terangnya. Share

0 comments:

Poskan Komentar

>